Kamis, 29 Oktober 2009

Arti syirik

Hakikat Syirik Dan Macam-Macamnya
Syirik adalah: yaitu menjadikan sekutu bagi Allah I dalam rububiyah,
uluhiyah, asma' dan sifat-Nya, atau pada salah satunya. Apabila seorang
manusia meyakini bahwa bersama Allah I ada yang menciptakan, atau yangmenolong, maka dia seorang musyrik. Barangsiapa yang meyakini bahwaseseorang selain Allah I berhak disembah, maka dia seorang musyrik.Barangsiapa yang meyakini bahwa bagi Allah I ada yang serupa pada asma' dansifat-Nya, maka dia seorang musyrik.
Bahaya Syirik
1. Syirik kepada Allah I adalah perbuatan zhalim yang besar. Karena ia melewatibatas terhadap hak Allah I yang khusus dengan-Nya, yaitu tauhid. Tauhidadalah keadilan paling adil dan syirik adalah kezaliman yang paling bengis dankejahatan yang paling keji; karena ia merendahkan Rabb semesta alam,menyombongkan diri dari taat kepada-Nya dan memalingkan kemurnian hak-Nya kepada selain-Nya serta memutarkan selainnya dengannya. Karena begitubesar bahayanya, maka sesungguhnya siapa yang berjumpa dengan Allah I
dalam keadaan syirik kepada kepada Allah I, sesungguhnya Allah I tidakmengampuninya, seperti dalam firman-Nya:
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampunisegala dosa yang selain dari (syirik) itu, (QS. An-Nisaa'48)
2. Syirik kepada Allah I merupakan dosa terbesar. Siapa menyembah selain AllahI berarti dia telah meletakkan ibadah di tempat yang salah, dan memalingkannyakepada yang tidak berhak. Hal itu kezaliman yang besar, seperti firman Allah I:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِیمٌ
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yangbesar". (QS. Luqman :13)
3. Syirik besar menggugurkan semua amal perbuatan dan memastikan
kebinasaan dan kerugian, ia adalah dosa yang terbesar.
a. firman Allah I:
وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَیْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَیَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِّنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi)
sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmudan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Az-Zumar: 65)
b. Dari Abu Bakrah t, ia berkata, "Nabi r bersabda,'Maukah kalian aku
bertahukan dosa yang terbesar? (beliau mengatakan sebanyak) Tiga kali. Merekamenjawab, 'Tentu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Menyekutukan Allah I,durhaka kepada kedua orang tua.' Dan beliau duduk dan tadinya beliaubersandar: 'Ketahuilah, dan ucapan yang palsu.' Abu Bakrah t berkata, 'Beliau
terus mengulanginya hingga kami berkata, 'Semoga beliau diam." Muttafaqun
'Alaih.[HR. al-Bukhari no. 2654 dan lafazd ini adalah miliknya, dan Muslim no.87]

Balasan Ahli Syirik
1. Firman Allah I:
إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَھْلِ الْكِتَبِ وَالْمُشْرِكِیْنَ فِيْ نَارِ جَھَنَّمَ خَلِدِيْنَ فِیْھَآ أُولَئِكَ ھُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan
masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah
seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah :6)
2. Firman Allah I:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَیْنَ اللهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُ ونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ

Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan
bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya,dengan mengatakan:"Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadapsebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan(tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (QS. 4:150)

وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَیْنَ ذَلِكَ سَبِیلاً . أُوْلاَئِكَ ھُمُ الْكَافِرُونَ حَقا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّھِینًا
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakanuntuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS. An-Nisaa`:151)

3. Dari Abdullah bin Mas'ud t, ia berkata, "Nabi r bersabda, 'Barangsiapa yang
meninggal dunia, sedangkan dia berdoa kepada sekutu dari selain Allah I, niscaya
dia masuk neraka." Muttafaqun 'alaih. [HR. al-Bukhari no 4497, ini adalah lafaznya dan Muslim no. 92.]

Bagian-Bagian Syirik

Syirik terbagi dua: Syirik besar dan syirik kecil.
1. Syirik besar mengeluarkan seseorang dari agama, menggugurkan semua amalibadah, pelakunya menjadi halal darahnya, dan dikekalkan di dalam nerakaapabila dia meninggal dunia dan tidak sempat bertaubat. Yaitu memalingkan ibadah atau sebagiannya kepada selain Allah I, seperti berdoa kepada selainAllah I, menyembelih dan bernazar kepada selain Allah I berupa ahli kubur, jin,syetan, dan selain mereka. Dan contoh berdoa kepada selain Allah I yang tidakbisa melakukannya selain Allah I adalah seperti meminta kekayaan dan
kesembuhan, meminta hajat dan turun hujan kepada selain Allah I. Dan sepertiyang demikian itu yang diucapkan orang-orang bodoh di sisi kubur para walidan orang-orang shalih, atau di sisi berhala berupa pohon, batu, dan yang semisalnya.

2. Syirik Kecil:
yaitu sesuatu yang dinamakan syirik oleh syara' dan tidak sampai kepada syirik besar. Syirik ini mengurangi tauhid, tetapi tidak mengeluarkan dari agama. Ia adalah sarana menuju syirik besar. Pelakunya akan disiksa dan tidak kekal dalam neraka seperti kekalnya orang-orang kafir. Darahnya tidak boleh ditumpahkan dan hartanya tidak boleh diambil. Syirik besar menggugurkan semua amal ibadah. Adapun syirik kecil, maka ia menggugurkan amal ibadah yang menyertainya. Seperti orang yang beribadah karena Allah I, ia juga ingin mendapat pujian manusia atasnya, seperti memperbaiki shalatnya, atau bersedekah, atau puasa, atau berzikir kepada Allah I agar manusia melihatnya, atau mendengarnya, atau memujinya. Ini adalah
riya, bila disertai amal ibadah niscaya riya itu membatalkannya. Tidak ada ungkapan syirik dalam al-Qur`an kecuali yang dimaksud adalah syirik besar. Adapun syirik kecil, maka terdapat dalam sunnah-sunnah mutawatir. 1. Firman Allah I:
Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku:"Bahwa sesungguhnya Ilah kamu itu adalah Ilah Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya". (QS.Al-Kahfi:110)

2. Dari Abu Hurairah t, ia berkata, "Rasulullah r bersabda, 'Allah I berfirman (dalam hadits qudsi): 'Aku adalah yang paling kaya dari sekutu. Barangsiapa yang melakukan amal ibadah yang di dalamnya menyekutukan yang lain dengan Aku, niscaya Aku meninggalnya dan sekutunya."[ HR. al-Bukhari no 34 dan ini lafazhnya, dan Muslim no.58.
. Termasuk syirik kecil adalah bersumpah dengan sesuatu selain Allah I. Dan ucapan manusia: sesuatu yang dikehendaki Allah dan dikehendaki fulan, atau kalau bukan karena Allah I dan fulan, atau ini dari Allah I dan fulan, atau tidak ada bagiku selain Allah I dan fulan, dan seumpamanya. Seharusnya ia berkata: Sesuatu yang dikehendaki Allah I kemudian dikehendaki fulan, dan seterusnya.
1. Dari Ibnu Umar t, dari Nabi r, beliau bersabda, "Barangsiapa yang
bersumpah kepada selain Allah I, maka dia telah kafir atau syirik." HR. Abu Dauddan at-Tirmidzi. ] Shahih. HR. Abu Daud no. 3251, Shahih Sunan Abu Daud no 2787, atTirmidzi no. 1535 dan lafazd adalah miliknya, Shahih Sunan at-Tirmidzi no.1241.
2. Dari Huzaifah t, dari Nabi r, beliau bersabda, "Janganlah engkau katakan:'Apa yang dikehendaki Allah dan dikehendaki fulan, akan tetapi katakanlah: apa yang dikehendaki Allah I kemudian yang dikehendaki fulan." HR. Ahmad dan Abu Daud. Shahih. HR. Ahmad no. 2354, Abu Daud no. 3980, Shahih Sunan Abu Daud no.4166.
Syirik kecil bisa menjadi besar menurut apa yang ada di hati pelakunya. Maka, seorang muslim harus berhati-hati terhadap syirik secara mutlak/absolot: yang besar dan kecil. Syirik adalah kezhaliman yang besar yang tidak diampuni oleh Allah I. Seperti dalam firman Allah I:
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisaa`:48)

Perbuatan dan Ucapan yang termasuk syirik (menyekutukan Allah I) atau termasuk sarana-sarananya.
Ada perbuatan dan ucapan yang berada di antara syirik besar dan kecil
menurut hati pelakunya dan yang bersumber darinya. Ia bertentangan dengan tauhid atau mengotori kemurniannya. Syari'at telah memperingatkan darinya, di antaranya adalah:

1. Memakai gelang atau benang dan semisalnya dengan tujuan
menghilangkan mara bahaya atau penangkal datangnya mara bahaya. Hal itu termasuk syirik.
2. Menggantung tamimah[7] terhadap anak-anak, sama saja berasal dari
kharz, atau tulang, atau tulisan. Hal itu untuk menjaga diri dari 'ain (Penyakit atau pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang) (dan itu termasuk syirik).
3. Tathayyur, yaitu menganggap sial dengan burung atau seseorang atau suatu tempat atau semisalnya, dan itu termasuk syirik karena dia bergantung kepada selain Allah I dengan keyakinan mendapat bahaya dari makhluk yang tidak mempunyai manfaat atau mudharat untuk dirinya sendiri. Keyakinan ini termasuk gangguan syetan dan waswasnya, hal itu menolak tawakkal.
4. Tabarruk (mengambil berkah) kepada pohon, batu, tempat-tempat
bersejarah/bekas, kubur, dan semisalnya. Maka, meminta berkah, mengharap, dan meyakininya dalam perkara-perkara itu termasuk syirik; karena ia bergantung kepada selain Allah I dalam mendapatkan berkah.
5. Sihir: yaitu yang samar dan halus sebabnya. Ia adalah nama dari jimatjimat, mentra-mentra, ucapan, dan obat-obatan, maka hal itu memberi pengaruh di hati dan badan, lalu menyebabkan sakit atau meninggal dunia, atau memisahkan di antara seseorang dan istrinya. Ia adalah perbuatan syetan, dan kebanyakan dari sihir itu tidak bisa sampai kepadanya kecuali denganperbuatan menyekutukan Allah I. Sihir adalah perbuatan syirik karena padanya
mengandung ketergantungan kepada selain Allah I dari jenis syetan, karena hal itu termasuk mengaku mengetahui yang gaib. Firman Allah I:
وَمَاكَفَرَ سُلَیْمَانُ وَلَكِّنَّ الشَّیَاطِینَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Merek mengajarkan sihir kepada manusia …. (QS. Al-Baqarah :102)
Terkadang sihir adalah perbuatan maksiat yang merupakan bagian dari dosa besar, bila hanya dengan obat-obatan dan sejenisnya saja.
6. Meramal: ia adalah mengaku mengetahui yang gaib, seperti memberitakan yang akan terjadi di muka bumi karena bersandar kepada syetan, dan itu ermasuk syirik; karena mengandung pendekatan diri kepada selain Allah I dan mengklaim mengetahui yang gaib bersama Allah I. Dari Abu Hurairah t, dari Nabi r, beliau bersabda, "Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad r."Shahih. HR. Ahmad. 7. Tanjim (astrologi): yaitu mengambil dalil dengan kondisi falak(peredaran \ bulan dan matahari) atas segala kejadian di permukaan bumi, seperti waktu bertiupnya angin, turunnya hujan, terjadinya penyakit dan kematian, nampaknya panas dan dingin, perubahan harga dan sejenisnya. Itu termasuk syirik; karena menyandarkan sekutu bagi Allah I dalam mengatur dan terhadap
ilmu gaib.
8. Meminta hujan dengan bintang: yaitu menyandarkan turunnya hujan
kepada munculnya bintang atau tenggelamnya, seperti ia berkata: kita
diturunkan hujan dengan bintang ini dan bintang itu. Maka, ia menyandarkan hujan kepada bintang, bukan kepada Allah I. Ini termasuk syirik; karena turunnya hujan berada di tangan Allah I, bukan di tangan bintang dan yang lainnya.
9. Menyandarkan nikmat kepada selain Allah I. Segala nikmat di dunia dan akhirat berasal dari Allah I. Barangsiapa menyandarkannya kepada selain-Nya, sungguhnya dia telah kafir dan menyekutukan Allah I. Seperti orang yang menyandarkan nikmat mendapat harta atau sembuh kepada fulan atau fulan, atau menyandarkan nikmat perjalanan dan keselamatan di darat, laut dan udara kepada sopir, nakoda, dan pilot, atau menyandarkan mendapat nikmat dan terhindar dari mara bahaya kepada usaha pemerintah atau individu atau bendera dan semisalnya.
Maka, wajib menyandarkan semua nikmat kepada Allah I saja dan bersukur kepada-Nya. Adapun yang terjadi di atas tangan sebagian makhluk hanyalah merupakan sebab yang terkadang membuahkan hasil dan bisa juga tidak menghasilkan apa-apa. Terkadang bermanfaat dan bisa juga tidak berguna. Firman Allah I:
وَمَابِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَیْهِ تَجْئَرُون
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), danbila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu
meminta pertolongan. (QS. An-Nahl: 53)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar